MENGIKUTI PAMERAN


Akhirnya…Pameran juga…..

Pada saat itu sebenarnya kami mempersiapkan diri untuk mengisi pameran pada saat acara Olimpiade IPA untuk SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Sekolah-sekolah dilingkup WP (Wijaya Putra). Setidaknya kami memang harus mempersiapkan diri, khususnya siswa-siswi SMP WP. Karena menurut prediksi bahwasannya nantinya peserta terbanyak itu dari siswa-siswi SD.

Karena saya mengajar Seni Budaya, tentunya kamipun berusahan untuk mengidentifikasi karya yang ada dan pantas untuk dipamerkan. Apakah itu seni rupa dua dimensi atau tiga dimensi, baik itu seni rupa murni maupun seni kriya. Pada saat itu kami mempunyai beberapa karya seni lukis, ada lukisan kaca (yang dilukiskan di piring, mangkok, maupun gelas, dan ada pula yang dilukiskan dipigora kaca tentunya), lukisan telur atau yang biasa kami sebut telur hias, dan yang terakhir ini adalah kami mencoba membuat seni kriya dari bahan clay tepung.

Untuk masalah bahan seni kriya dari clay tepung ini sebenarnya kami dalam masa mencoba, pertama kali kami buat memang hasilnya belum sesuai yang kami harapkan, karena kami belum paham kelemahan dan kelebihan bahan yang kami buat. Dari bahan clay tepung kami bisa membuat hiasan untuk

gantungan kunci, magnit hias untuk kulkas, dan hiasan pensil.


Ternyata Olimpiade IPA ternyata tidak dapat dilaksanakan pada bulan Desember dan akan dilaksanakan dua bulan lagi, yaitu bulan Februari. Senangnya hati kami karena kami bisa lebih mempersiapkan diri. Tetapi ternyata prediksi kami itu salah, karena kami harus mengikuti pameran pada tanggal 29 dan 30 Desember 2009 yang di laksanakan di Balai Pemuda Surabaya.

Karena pameran di luar (maksudnya diluar sekolah), kami pun mencoba memberikan nama pada karya kami. Untuk pertama kalinya kami membuat nama/logo untuk karya kami. Akhirnya SMP Wijaya Putra mengikuti pameran dengan nama JUNIOR  PRODUCTION.

Untuk pertama kalinya kami mengikuti pameran, apalagi akan di buka oleh Bapak Walikota lagi, pesertanya pun dari berbagai cabang dinas yang ada di Surabaya. Ada Dinas Sosial, Dinas Koperasi, LSM, Karang Taruna, dan PSM Kota Surabaya. Betapa terkejutnya kami karena SMP Wijaya Putra adalah satu-satunya sekolah yang mengikuti pameran tersebut.

Usut punya usut akhirnya kami sadar bahwa kami telah mengikuti pameran untuk memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), dan yang harus diketahui bahwa kami bisa mengikuti pameran tersebut karena atas rekomendasi salah satu guru, ternyata selain sebagai guru beliau adalah Ketua PSM Kota Surabaya,…kalau tidak begitu mana mungkin kami bisa pameran diluar sekolah….ya nggak….tapi kami bangga lho…

Untuk hari pertama kami memang agak  sedikit kalang kabut, karena di sekolah ada pelajaran tambahan untuk klas 9, ditambah lagi ada kegiatan perenungan bagi yang beragama Nasrani keluar kota. Jadi hanya beberapa guru yang mempersiapkan pameran tersebut.

Tampak salah seorang guru SMP WP kelelahan

Untung ada Team Gumpet yang bantuin jaga stan  

Sambil jaga gaya dulu, sebentar…boleh kan…,     …..,   .

SENI RUPA MANCANEGARA


Gaya atau Aliran Seni Rupa Mancanegara

Aliran atau gaya dalam seni rupa dibedakan berdasarkan prinsip pembuatannya. Kemunculan suatu gaya atau kreativitas dalam rangka mendapatkan keunikan bisa relatif bersamaan atau meneruskan gaya sebelumnya secara selaras atau bertentangan.

Aliran ataupun gaya dalam seni rupa merupakan sebuah pijakan bagi kita untuk mempelajari dan memahami seni rupa itu sendiri, tetapi bagaimana dengan lukisan Monalisa…apakah dengan berbagai warna dalam lukisannya mampu menguak senyumnya yang  penuh misteri..….??

Senyum misteri Monalisa….

Agar tidak terlalu jauh, apresiasi tentang aliran seni rupa ini dimulai dari periode Klasikisme di mancanegara yang lebih dikenal dengan Modern Art.

A.  Realisme (1800-an)

Aliran ini memandang dunia sebagai sesuatu yang nyata.     Lukisan adalah sejarah bagi zamannya. Pelukis/pembuat karya seni bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan realitas yang diserap oleh indra penglihatannya. Fantasi dan imajinasi harus dihindari.

Namun, pada perkembangannya terjadi dua kecenderungan. Ada yang memilih objek yang bagus/enak dilihat, ada pula yang memilih objek yang jelek/tidak enak dilihat (kumuh, mengerikan). Dari aliran ini berkembang aliran ;

  • Realisme Cahaya                       :  Impresionisme
  • Realisme Baru/Sosial :  Menggunakan objek dampak industri di perkotaan
  • Realisme Fotografis :  Dikaitkan dengan keberadaan dan kekuatan untuk menyamai hasil fotografi yang sangat detail dalam menangkap objek.

TokohnyaAnnibale Carracci, Gustave Courbert, Theodore Chasseriau, Thomas Coutre

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Realism_%28arts%29

B.  Naturalisme

Aliran ini dianggap bagian dari realisme yang memilih objek yang indah dan membuai saja, secara visual persis seperti objek aslinya (fotografis). Dalam perkembangannya cenderung memperindah objek secara berlebihan.

Tokohnya  : Rembradt, George Cole, john Constable, Luis Alvares Catalia, William Callow

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Naturalism_%28art%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Landscape_art

C.  Romantisme (1818)

Aliran ini mengembalikan seni pada emosi yang lebih bersifat       imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau kejadian yang dramatis ataupun dhasyat. dalam melukiskannya, baik dari pengaturan estetika maupun aktualitas piktorialnya selalu melebihi kenyataan. Warna lebih meriah, gerakan lebih lincah, emosi lebih tegas.

Tokohnya : Theodore Gericault, Eugene Delacroix

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Romanticism

D.  Impresionisme/Realisme Cahaya/Light Painting (1874)

E.  Ekspresionisme (1900-an)

F.  Fauvisme (1900-an)

G.  Kubisme (1907)

H.  Futurisme

I.   Dadaisme (1916)

J.  Surealisme (1937)

Aliran ini dipengaruhi oleh teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menyatakan bahwa alam pikiran manusia terdiri dari alam sadar (dalam kontrol kesadaran/ingatan) dan bawah sadar (tidak dalam kontrol kesadaran/terlupakan).

Dalam karya aliran ini, alam nyata dan keserbabisaan mimpi terpadu, sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik. Selanjutnya terdapat dua kcenderungan, yaitu :

Surealisme Figuratif

Penampakannya masih realistik, meskipun tidak wajar, sehingga penguasaan teknik tetap diperlukan.

TokohnyaCarlo Carra, Gino Severini,  Giorgio de Chirico, Marc Chagall, Salvador Dali


Surealisme Abstraktif

Sudah digayakan mendekati abstrak

Tokohnya :  Joan Miro, Paul Klee, Wilfredo Lam


Link yang bisa dikunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Surrealism

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.