Ujian Praktek Seni Budaya


Membuat Seni Kriya dari Clay Tepung

Clay tepung adalah sejenis bahan sejenis plastisin yang bersifat lunak dan mudah dibentuk. Sebelumnya kita sudah mengenal tanah liat, malam, dan sejenisnya. Dengan menggunakaan bahan ini setidaknya kita akan mudah membuat karya berbentuk 3 dimensi bahkan relief sekalipun.

Bahan yang dipergunakan untuk membuat clay tepung mudah di dapat disekitar kita dan tidak membahayakan, dikarenakan bahan yang dipergunakan adalah menggunakan bahan-bahan untuk membuat kue. Untuk itu mengapa alasannya ujian praktek kita tahun ini mengguakan Clay tepung.

Dikarenakan Clay Tepung sifatnya plastis/lentur dan mudah dibentuk, setidaknya karya yang dihasilkan nantinya berbentuk 3 dimensi/relief. Adapun wujud rupa yang dihasilkanpun mendekati wujud/rupa yang sebenarnya, entah itu berbentuk pohon-pohonan, taman, buah-buahan, aneka jenis bunga, alat transportasi, boneka (tokoh kartun), dan benda-benda 3 dimensi lainnya.

Kita akan mengingat kembali bahan dan alat yang diperlukan, meskipun materi ini sudah pernah diberikan sebelumnya. Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan akan dijelaskan lagi lebih rinci di bawah ini :

Bahan :   1.   Tepung Terigu

2.   Tepung Beras

3.   Tepng Kanji

4.   Lem PVC / Lem Kayu (yang biasa disebut lem rajawali dan sejenisnya)

5.   Pengawet Kue (Natrium Benzoat)

6.  Pewarna Kue

7.  Minyak goreng jika diperlukan

8.  Manik-manik, cat timbul, dan asesoris lainnya bila diperlukan

9.  Lem UHU/lem Alteco

Alat :

1.   Baskom / wadah untuk mencampur adonan (semua bahan)

2.  Sendok untuk mengaduk dan menakar bahan (seperti pengawet kue, lem rajawali, maupun pewarna kue

3.   Cetakan bila diperlukan (baik itu cetakan untuk membuat es, agar-agar, dan sejenisnya)

4.  Papan atau kardus tebal untuk meletakkan ataupun menempelkan karya

5.  Kawat tembaga besar/kecil sesuai bentuk yang diinginkan

6.  Gunting untuk membentuk

7.  Tusuk gigi untuk membuat lobang/hiasan/ukiran

Cara membuat :

1. Campur seluruh bahan (tepung terigu, tepung beras, dan tepung kanji), dengan perbandingan 1: 1

contoh ; 1 sendok tepung beras + 1 sendok tepung terigu + 1 sendok tepung kanji

2.  Campurkan pengawet kue/natrium benzoat secukupnya, dimana pengawet kue ini berfungsi untuk menghambat

pertumbuhan jamur

3.   Campurkan lem rajawali ke dalam baskom/wadah yang di dalamnya sudah terdapat campuran seluruh bahan

tepung kue (tepung terigu,tepung kanji, dan tepung beras), dan pengawet kue hingga adonan tersebut campur

menjadi satu hingga terasa lembek/kenyal

4.   Aduk dan uleni adonan tersebut hingga kalis sampai tidak lengket di tangan, jika campuran lem terlalu banyak

hingga adonan susah kalis taburi dengan tepung yang tersisa, ingat saat mencampur adonan hindari di banting lebih

baik diremas-remas saja agar adonan tidak tampak pecah-pecah/retak ketika kering.

5.   Bagi adonan yang sudah jadi menjadi beberapa bagian  sesuai warna yang dikendaki, warna yang terlihat tua pada

adonan akan terlihat semakin tua/matang ketika kering nanti.

6.    Ciri adonan yang benar-benar sudah siap untuk dibentuk adalah tidak terlalu lentur/lembek dan juga tidak terlalu

keras hingga sulit untuk dibentuk.

7.    Bentuk adonan sesuai model yang dikenhadaki seperti ; pohon, buah, bunga, hewan, alat transportasi dsb

8.    Setelah selesai keringkan/angin-anginkan pada tempat yang teduh (tidak langsung terkena matahari)

9.    Berilah cat, manik-manik, ataupun asesoris sesuai yang dibutuhkan

10. Seni kriya dari clay tepung siap untuk dinilai

Sistem Penilaian/Skor/Rubrik

A. Pedoman Penskoran Unjuk Kerja

Nama Kelompok                   ;

Kelas                                          ;

Waktu Pelaksanaan              :

NO Aspek-aspek yang di nilai Skor Kriteria Penilaian Jumlah Nilai
1 2 3 4 5
1 Desain/gambar 5
2 Warna 5
3 Komposisi 5
4 Kreatifitas 5
5 Ketepatan desain dengan hasil karya 5
6 Ketepatan waktu penyelesaian 5
7 Finishing/hasil akhir 5
Jumlah Nilai 35

Nilai Akhir = Jumlah Nilai : Jumlah Skor x 100

Kriteria ;  1  =  disain dan karya tidak sesuai

2  =  disain dan karya sesuai, tapi hasil jadi kurang rapi

3  =  disain dan karya sesuai, hasil jadi cukup rapi

4  =  disain dan karya sesuai, jadi tapi kurang kreatif

5  =  disain dan karya sesuai, rapi, kreatif, dan indah

B.   Pedoman Penskoran Unjuk Kerja (Partisipasi)

Nama Siswa                            ;

Kelas                                         ;

Waktu Pelaksanaan             ;

No Aspek-aspek yang dinilai Skor Kriteria Penilaian Jumlah Nilai
1 2 3 4 5
1 Pelaksanaan/partisipasi 5
2 Tanggung Jawab 5
3 Keseriusan 5
Jumlah Nilai 15

Nilai Akhir = Jumlah Nilai : Jumlah Skor x 100

Kriteria ;  1  =  sangat kurang

2  =  kurang

3  =  cukup

4  =  baik

5  =  sangat baik

Contoh bentuk/model karya yang diujikan ;

Selamat berkarya

Hidupkan mimpi-mimpi dan jangan hidup untuk mimpi

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.