PPT SENI BUDAYA


PPT SBD (SR) Klas 7PPT SBD 7 (SR.1)

PAMERAN SENI RUPA


Pameran Sebagai Wujud Apresiasi dan Kreasi

Pameran merupakan salah satu Standar kompetensi dan masuk dalam salah satu Kompetensi dasar mata pelajaran Seni Budaya khususnya Seni Rupa.

Untuk meningkatkan apresiasi dan kreasi siswa maka pameran merupakan pilihan terbaik, walaupun hanya dilaksanakan satu tahun sekali dan itupun dilaksanakan guna melengkapi Nilai Ujian Praktek.

Setidaknya dalam pameran tersebut tidak hanya mengutamakan satu bidang seni saja, tetapi untuk melaksanaan pembukaan acara tersebut seni tari, seni musik, dan seni peran/teater sangat menunjang  tema yang telah ditentukan.

Adapun kegiatan Pameran Tahun Pelajaran 2008-2009 adalah sebagai berikut:

  • Pembukaan Pameran dimeriahkan dengan Tari Remo sebagai tari pembuka

  • Sebelum Pembukaan Pameran

  • Pembukaan oleh Bapak Kepala Sekolah SMA Wijaya Putra

  • Pembukaan oleh pengajar Seni Budaya SMA Wijaya Putra

  • Poto bersama sebelum pameran


  • Photo bersama Rektor Universitas Wijaya Putra


  • Berkunjung ke stan pameran


  • Apresiasi siswa dalam seni peran dan seni musik


  • Ajang Kreasi dan Produktivitas Siswa dalam bidang seni murni dan seni kriya (terapan)


Ujian Praktek Seni Budaya


Membuat Seni Kriya dari Clay Tepung

Clay tepung adalah sejenis bahan sejenis plastisin yang bersifat lunak dan mudah dibentuk. Sebelumnya kita sudah mengenal tanah liat, malam, dan sejenisnya. Dengan menggunakaan bahan ini setidaknya kita akan mudah membuat karya berbentuk 3 dimensi bahkan relief sekalipun.

Bahan yang dipergunakan untuk membuat clay tepung mudah di dapat disekitar kita dan tidak membahayakan, dikarenakan bahan yang dipergunakan adalah menggunakan bahan-bahan untuk membuat kue. Untuk itu mengapa alasannya ujian praktek kita tahun ini mengguakan Clay tepung.

Dikarenakan Clay Tepung sifatnya plastis/lentur dan mudah dibentuk, setidaknya karya yang dihasilkan nantinya berbentuk 3 dimensi/relief. Adapun wujud rupa yang dihasilkanpun mendekati wujud/rupa yang sebenarnya, entah itu berbentuk pohon-pohonan, taman, buah-buahan, aneka jenis bunga, alat transportasi, boneka (tokoh kartun), dan benda-benda 3 dimensi lainnya.

Kita akan mengingat kembali bahan dan alat yang diperlukan, meskipun materi ini sudah pernah diberikan sebelumnya. Adapun bahan dan alat yang dibutuhkan akan dijelaskan lagi lebih rinci di bawah ini :

Bahan :   1.   Tepung Terigu

2.   Tepung Beras

3.   Tepng Kanji

4.   Lem PVC / Lem Kayu (yang biasa disebut lem rajawali dan sejenisnya)

5.   Pengawet Kue (Natrium Benzoat)

6.  Pewarna Kue

7.  Minyak goreng jika diperlukan

8.  Manik-manik, cat timbul, dan asesoris lainnya bila diperlukan

9.  Lem UHU/lem Alteco

Alat :

1.   Baskom / wadah untuk mencampur adonan (semua bahan)

2.  Sendok untuk mengaduk dan menakar bahan (seperti pengawet kue, lem rajawali, maupun pewarna kue

3.   Cetakan bila diperlukan (baik itu cetakan untuk membuat es, agar-agar, dan sejenisnya)

4.  Papan atau kardus tebal untuk meletakkan ataupun menempelkan karya

5.  Kawat tembaga besar/kecil sesuai bentuk yang diinginkan

6.  Gunting untuk membentuk

7.  Tusuk gigi untuk membuat lobang/hiasan/ukiran

Cara membuat :

1. Campur seluruh bahan (tepung terigu, tepung beras, dan tepung kanji), dengan perbandingan 1: 1

contoh ; 1 sendok tepung beras + 1 sendok tepung terigu + 1 sendok tepung kanji

2.  Campurkan pengawet kue/natrium benzoat secukupnya, dimana pengawet kue ini berfungsi untuk menghambat

pertumbuhan jamur

3.   Campurkan lem rajawali ke dalam baskom/wadah yang di dalamnya sudah terdapat campuran seluruh bahan

tepung kue (tepung terigu,tepung kanji, dan tepung beras), dan pengawet kue hingga adonan tersebut campur

menjadi satu hingga terasa lembek/kenyal

4.   Aduk dan uleni adonan tersebut hingga kalis sampai tidak lengket di tangan, jika campuran lem terlalu banyak

hingga adonan susah kalis taburi dengan tepung yang tersisa, ingat saat mencampur adonan hindari di banting lebih

baik diremas-remas saja agar adonan tidak tampak pecah-pecah/retak ketika kering.

5.   Bagi adonan yang sudah jadi menjadi beberapa bagian  sesuai warna yang dikendaki, warna yang terlihat tua pada

adonan akan terlihat semakin tua/matang ketika kering nanti.

6.    Ciri adonan yang benar-benar sudah siap untuk dibentuk adalah tidak terlalu lentur/lembek dan juga tidak terlalu

keras hingga sulit untuk dibentuk.

7.    Bentuk adonan sesuai model yang dikenhadaki seperti ; pohon, buah, bunga, hewan, alat transportasi dsb

8.    Setelah selesai keringkan/angin-anginkan pada tempat yang teduh (tidak langsung terkena matahari)

9.    Berilah cat, manik-manik, ataupun asesoris sesuai yang dibutuhkan

10. Seni kriya dari clay tepung siap untuk dinilai

Sistem Penilaian/Skor/Rubrik

A. Pedoman Penskoran Unjuk Kerja

Nama Kelompok                   ;

Kelas                                          ;

Waktu Pelaksanaan              :

NO Aspek-aspek yang di nilai Skor Kriteria Penilaian Jumlah Nilai
1 2 3 4 5
1 Desain/gambar 5
2 Warna 5
3 Komposisi 5
4 Kreatifitas 5
5 Ketepatan desain dengan hasil karya 5
6 Ketepatan waktu penyelesaian 5
7 Finishing/hasil akhir 5
Jumlah Nilai 35

Nilai Akhir = Jumlah Nilai : Jumlah Skor x 100

Kriteria ;  1  =  disain dan karya tidak sesuai

2  =  disain dan karya sesuai, tapi hasil jadi kurang rapi

3  =  disain dan karya sesuai, hasil jadi cukup rapi

4  =  disain dan karya sesuai, jadi tapi kurang kreatif

5  =  disain dan karya sesuai, rapi, kreatif, dan indah

B.   Pedoman Penskoran Unjuk Kerja (Partisipasi)

Nama Siswa                            ;

Kelas                                         ;

Waktu Pelaksanaan             ;

No Aspek-aspek yang dinilai Skor Kriteria Penilaian Jumlah Nilai
1 2 3 4 5
1 Pelaksanaan/partisipasi 5
2 Tanggung Jawab 5
3 Keseriusan 5
Jumlah Nilai 15

Nilai Akhir = Jumlah Nilai : Jumlah Skor x 100

Kriteria ;  1  =  sangat kurang

2  =  kurang

3  =  cukup

4  =  baik

5  =  sangat baik

Contoh bentuk/model karya yang diujikan ;

Selamat berkarya

Hidupkan mimpi-mimpi dan jangan hidup untuk mimpi

MENGIKUTI PAMERAN


Akhirnya…Pameran juga…..

Pada saat itu sebenarnya kami mempersiapkan diri untuk mengisi pameran pada saat acara Olimpiade IPA untuk SD dan SMP yang diselenggarakan oleh Sekolah-sekolah dilingkup WP (Wijaya Putra). Setidaknya kami memang harus mempersiapkan diri, khususnya siswa-siswi SMP WP. Karena menurut prediksi bahwasannya nantinya peserta terbanyak itu dari siswa-siswi SD.

Karena saya mengajar Seni Budaya, tentunya kamipun berusahan untuk mengidentifikasi karya yang ada dan pantas untuk dipamerkan. Apakah itu seni rupa dua dimensi atau tiga dimensi, baik itu seni rupa murni maupun seni kriya. Pada saat itu kami mempunyai beberapa karya seni lukis, ada lukisan kaca (yang dilukiskan di piring, mangkok, maupun gelas, dan ada pula yang dilukiskan dipigora kaca tentunya), lukisan telur atau yang biasa kami sebut telur hias, dan yang terakhir ini adalah kami mencoba membuat seni kriya dari bahan clay tepung.

Untuk masalah bahan seni kriya dari clay tepung ini sebenarnya kami dalam masa mencoba, pertama kali kami buat memang hasilnya belum sesuai yang kami harapkan, karena kami belum paham kelemahan dan kelebihan bahan yang kami buat. Dari bahan clay tepung kami bisa membuat hiasan untuk

gantungan kunci, magnit hias untuk kulkas, dan hiasan pensil.


Ternyata Olimpiade IPA ternyata tidak dapat dilaksanakan pada bulan Desember dan akan dilaksanakan dua bulan lagi, yaitu bulan Februari. Senangnya hati kami karena kami bisa lebih mempersiapkan diri. Tetapi ternyata prediksi kami itu salah, karena kami harus mengikuti pameran pada tanggal 29 dan 30 Desember 2009 yang di laksanakan di Balai Pemuda Surabaya.

Karena pameran di luar (maksudnya diluar sekolah), kami pun mencoba memberikan nama pada karya kami. Untuk pertama kalinya kami membuat nama/logo untuk karya kami. Akhirnya SMP Wijaya Putra mengikuti pameran dengan nama JUNIOR  PRODUCTION.

Untuk pertama kalinya kami mengikuti pameran, apalagi akan di buka oleh Bapak Walikota lagi, pesertanya pun dari berbagai cabang dinas yang ada di Surabaya. Ada Dinas Sosial, Dinas Koperasi, LSM, Karang Taruna, dan PSM Kota Surabaya. Betapa terkejutnya kami karena SMP Wijaya Putra adalah satu-satunya sekolah yang mengikuti pameran tersebut.

Usut punya usut akhirnya kami sadar bahwa kami telah mengikuti pameran untuk memperingati Hari Kesetiakawanan Nasional (HKSN), dan yang harus diketahui bahwa kami bisa mengikuti pameran tersebut karena atas rekomendasi salah satu guru, ternyata selain sebagai guru beliau adalah Ketua PSM Kota Surabaya,…kalau tidak begitu mana mungkin kami bisa pameran diluar sekolah….ya nggak….tapi kami bangga lho…

Untuk hari pertama kami memang agak  sedikit kalang kabut, karena di sekolah ada pelajaran tambahan untuk klas 9, ditambah lagi ada kegiatan perenungan bagi yang beragama Nasrani keluar kota. Jadi hanya beberapa guru yang mempersiapkan pameran tersebut.

Tampak salah seorang guru SMP WP kelelahan

Untung ada Team Gumpet yang bantuin jaga stan  

Sambil jaga gaya dulu, sebentar…boleh kan…,     …..,   .

Study Observasi


Study Observasi SMP Wijaya Putra ke kota batik Sidoarjo

Study observasi klas VII dan Klas VIII SMP Wijaya Putra Surabaya yang dilaksanakan pada tanggal 16 Pebruari 2010 di kota batik Sidoarjo. Merupakan satu kegiatan belajar diluar  sekolah, dalam ikut serta melestarikan warisan budaya khususnya batik.

Setidaknya siswa bisa melihat secara langsung bahan dan alat pembuatan batik, teknik ataupun cara membatik, serta aneka ragam motif batik daerah setempat. Yang setidaknya bisa mereka jadikan bekal untuk mempelajari seni kriya khususnya batik disekolah nantinya.

Adapun oleh-oleh yang bisa kami berikan adalah:

1.   Ternyata di luar sekolahpun kami masih bisa belajar


2.   Alat, bahan, dan teknik pembuatan batik

  • Malam/lilin
  • Proses membentuk pola dengan canting dan malam
  • Proses pewarnaan/pencelupan

3.  Kain dalam proses pewarnaan

  • kain yang belum di warna

4.  Contoh beberapa motif  batik Sidoarjo

PERKEMBANGAN SENI MUSIK


Perkembangan Seni Musik Indonesia

SENI RUPA MANCANEGARA


Gaya atau Aliran Seni Rupa Mancanegara

Aliran atau gaya dalam seni rupa dibedakan berdasarkan prinsip pembuatannya. Kemunculan suatu gaya atau kreativitas dalam rangka mendapatkan keunikan bisa relatif bersamaan atau meneruskan gaya sebelumnya secara selaras atau bertentangan.

Aliran ataupun gaya dalam seni rupa merupakan sebuah pijakan bagi kita untuk mempelajari dan memahami seni rupa itu sendiri, tetapi bagaimana dengan lukisan Monalisa…apakah dengan berbagai warna dalam lukisannya mampu menguak senyumnya yang  penuh misteri..….??

Senyum misteri Monalisa….

Agar tidak terlalu jauh, apresiasi tentang aliran seni rupa ini dimulai dari periode Klasikisme di mancanegara yang lebih dikenal dengan Modern Art.

A.  Realisme (1800-an)

Aliran ini memandang dunia sebagai sesuatu yang nyata.     Lukisan adalah sejarah bagi zamannya. Pelukis/pembuat karya seni bekerja berdasarkan kemampuan teknis dan realitas yang diserap oleh indra penglihatannya. Fantasi dan imajinasi harus dihindari.

Namun, pada perkembangannya terjadi dua kecenderungan. Ada yang memilih objek yang bagus/enak dilihat, ada pula yang memilih objek yang jelek/tidak enak dilihat (kumuh, mengerikan). Dari aliran ini berkembang aliran ;

  • Realisme Cahaya                       :  Impresionisme
  • Realisme Baru/Sosial :  Menggunakan objek dampak industri di perkotaan
  • Realisme Fotografis :  Dikaitkan dengan keberadaan dan kekuatan untuk menyamai hasil fotografi yang sangat detail dalam menangkap objek.

TokohnyaAnnibale Carracci, Gustave Courbert, Theodore Chasseriau, Thomas Coutre

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Realism_%28arts%29

B.  Naturalisme

Aliran ini dianggap bagian dari realisme yang memilih objek yang indah dan membuai saja, secara visual persis seperti objek aslinya (fotografis). Dalam perkembangannya cenderung memperindah objek secara berlebihan.

Tokohnya  : Rembradt, George Cole, john Constable, Luis Alvares Catalia, William Callow

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Naturalism_%28art%29

http://en.wikipedia.org/wiki/Landscape_art

C.  Romantisme (1818)

Aliran ini mengembalikan seni pada emosi yang lebih bersifat       imajiner. Awalnya melukiskan kisah atau kejadian yang dramatis ataupun dhasyat. dalam melukiskannya, baik dari pengaturan estetika maupun aktualitas piktorialnya selalu melebihi kenyataan. Warna lebih meriah, gerakan lebih lincah, emosi lebih tegas.

Tokohnya : Theodore Gericault, Eugene Delacroix

Link yang bisa kunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Romanticism

D.  Impresionisme/Realisme Cahaya/Light Painting (1874)

E.  Ekspresionisme (1900-an)

F.  Fauvisme (1900-an)

G.  Kubisme (1907)

H.  Futurisme

I.   Dadaisme (1916)

J.  Surealisme (1937)

Aliran ini dipengaruhi oleh teori psikoanalisis Sigmund Freud yang menyatakan bahwa alam pikiran manusia terdiri dari alam sadar (dalam kontrol kesadaran/ingatan) dan bawah sadar (tidak dalam kontrol kesadaran/terlupakan).

Dalam karya aliran ini, alam nyata dan keserbabisaan mimpi terpadu, sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik. Selanjutnya terdapat dua kcenderungan, yaitu :

Surealisme Figuratif

Penampakannya masih realistik, meskipun tidak wajar, sehingga penguasaan teknik tetap diperlukan.

TokohnyaCarlo Carra, Gino Severini,  Giorgio de Chirico, Marc Chagall, Salvador Dali


Surealisme Abstraktif

Sudah digayakan mendekati abstrak

Tokohnya :  Joan Miro, Paul Klee, Wilfredo Lam


Link yang bisa dikunjungi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Surrealism

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.